mau tau isi ransel saya ?

26 June 2009

barusan dapat link dari andivan, ngasih award plus sebaris pertanyaan, *makasih ya bu*
nah, pertanyaannya adalah, haruskah saya jawab ? :D
baiklah, selagi saya belum memulai perjalanan lagi,
saya jawab deh …
Read the rest of this entry »


cerita indah bersamamu

15 June 2009

ok, saya ngaku,
berjuta pengalaman yang saya dapatkan di jalanan, maish tak sebanding dengan beratus juta kenangan indah bersamamu.
tak terhitung beragam keindahan yang saya lihat selama di jalan, tapi tetap tak mengalahkan keindahanmu,
segala tentangmu adalah tiada kecuali indah & damai

walau beratus kali batin saya meronta ingin terus mengarungi jalanan menuju kemanapun
tapi hati saya selalu ingin pulang, dekat di sampingmu,
tak ada yang ku inginkan dari pergi, selain pulang

telah lama saya berjalan,
tapi akan kembali ke satu titik,
kenangan bersamamu.

dan beribu-ribu cerita yang tercipta di otak ini
hanya satu cerita yang bisa menghapuskan cerita-cerita yang lain

silahkan saja kau mengindahkannya,
tapi, jalanan telah menjadi saksinya


oleh-oleh

14 June 2009

nyaris di tiap saya berencana melakukan perjalanan. Pasti ada pesan dari orang-orang dekat “..jangan lupa oleh-olehnya yaa..”

Seperti biasa, saya tidak mengiyakan, tidak juga menggelengkan kepala. Cukup tersenyum saja.
Bagi saya jikalau ada mood dan niat, maka akan saya bawa buah tangan sekedarnya. Saya pun mafhum kalau sesederhana apapun, barang itu selalu diterima dengan senyum lebar.

Bukan karena harga, bentuk ataupun jenisnya, tapi lebih ke perhatian dari si pembawa kepada si penerima.

Dan status oleh-oleh tetaplah oleh-oleh.
Maksudnya, tentunya saya membeli dan membawa sesuatu, tentunya buat orang lain, bukan untuk diri sendiri. Kecuali sesuatu yang berbentuk makanan, biasanya saya tak sadar diri ikut menikmatinya :D

Dalam setiap perjalanan saya, saya usahakan untuk membawa sesuatu pulang ke rumah. Sebagai pertanda saya ingat dengan mereka yang menunggu saya.

Sayapun tak pernah peduli, kalau saya sendiri bahkan tidak membawa dan mendapatkan bagian apa-apa dari hasil blusukan saya.
Toh, perjalanan itu sendiri merupakan pengalaman yang lebih dari segalanya bagi saya.


ibukota yang tua

12 June 2009

Kenapa sebuah ? karena memang cuma ada satu ibukota negeri ini.. Jakarta yang dulu kala bernama Batavia.

Mungkin sudah tak terhitung sudah berapa kali saya menjejakkan kaki di kota yang hiruik pikuk ini. Terakhir kali kemarin ransel saya parkir di salah satu sudut Timur yang tetap saja padat.

Di usianya yang sudah tua ini, tentunya semakin tinggi pengalaman hidup yang disaksikan oleh bangunan-bangunan di sekujur tubuhnya.
Read the rest of this entry »


pulau ke empat

11 June 2009

akhirnya tak dinyana tak diduga, saya kesampaian juga menapakkan kaki di pulau ke empat.

Selalu ada hal menarik yang saya temui di kampung orang. Suasananya, istiadatnya, dan makanannya tentu :)

Ya, pulau Sumatera adalah pulau ke empat yang saya datangi. Menjejakkan langkah di kampung orang adalah lebih menyenangkan dari apapun, mungkin.

Walaupun waktu saya tak lama untuk mengamati semuanya. Toh saya berkeyakinan, bahwa tempat yang pernah saya datangi. Pasti suatu saat akan saya tengok lagi. Entah kapan, tapi biasanya begitu.

Walau perjalanan terakhir, saya tidak sendirian. yang berakibat daya jelajah saya juga otomatis berkurang. :D Tapi paling tidak, satu hal lagi yang bisa saya ceritakan.

Baiklah, begitu saja dulu.
Saya harus packing lagi, untuk kembali ke kampung halaman.


transit

7 June 2009

..ruang tunggu transit ke pekanbaru
08.01 WIB

saya harus bergerak lagi saat ini, pagi-pagi sudah disini, untuk melanjutkan perjalanan satu jam lagi.

Dan menunggu adalah aktifitas yang sudah terlampau sering dilakukan. Ya, dalam situasi ini, saya sebagai pemakai jasa, tentunya harus dalam posisi menunggu dan siaga, ya.

Tapi, saya jadi teringat. Bukankah hidup di dunia ini juga hanya sekedar tempat transit. Cuma tempat persinggahan. Dari kita lahir, dari ada sampai tiada di dunia ini. Menuju dunia lain yang abadi berdasarkan keyakinan masing-masing.

Otomatis, berhubung saya statusnya adalah muslim. Keyakinan saya adalah dunia cuma sekedar persinggahan menuju alam barzah, untuk nantinya kembali pada-Nya, dengan harapan tinggi, di surga.

Tentunya di saat transit inilah, saatnya memikirkan apa-apa yang nantinya diperlukan di tempat tujuan. Lalu mematut-matut diri apakah layak mendapatkan pelayanan yang sesuai yang kita inginkan.

Ujung-ujungnya, semua tergantung pada diri kita juga, apakah cuma hidup untuk senang-senang tanpa sadar adanya episode terakhir.
Ataukah selalu sadar bahwa pesta pasti akan berakhir.

Hmm. RUang transit yang tenang ini, dengan sinar matahari yang hangat menembus jendela kaca ini. selalu berhasil melambungkan alam fikir saya jauh, kadang sangat jauh dari alam sadar tempat saya duduk sekarang.

Baiklah, selamat bersenang-senang dan tenang di ruang tunggu. Menunggu.


berbagi dimana pun

3 June 2009

06.15 WIB
pagi-pagi ini saya masih tergeletak di salah satu sudut kota terbesar kedua di negeri ini. Jalanan sudah ramai dengan suara mobil dan motor yang terdengar dari sini.

Ditemani oleh segelas air putih, tumpukan sisa perjalanan kemarin dan udara pagi yang hangat.

Kemarin siang, saat saya melangkahkan kaki di trotoar. Mata saya tertumbuk pada tadahan tangan seseorang. Hal yang jamak kita temui di tengah-tengah kota besar.

Kalau kau keberulan bertemu dengan orang macam mereka. Apa yang biasa kau lakukan ?
Pura-pura tidak melihat ?
Pura-pura sibuk sendiri
Melengos dan meneruskan perjalananmu ?

Atau merogoh kantongmu, sekedar melihat apa ada sekedar uang receh untuk dibagi dengan mereka ?
Hey, kau pernah nggak mengamati, kalau mulut sering selalu komat kamit memanjatkan do’a kepada seseorang yang mau berbagi dengan mereka.

Kalau bertemu orang yang menadahkan tangan padamu, meminta pertolonganmu, dimana saja. Apapun bentuk permintaannya. Sepanjang kau mampu memberikan dan berbagi, bantulah sekuat hatimu.

Toh kita tak akan pernah tahu dan menduga,do’a dari mana saja yang dikabulkan oleh-Nya, bukan ?
Apalagi, do’a dari orang-orang yang tertindas itu makbul.

Berbagi dan membuat orang tersenyum, suatu hari nanti akan balik membuat kita terbantu dan tersenyum.

Oh, ya. sudah mengecek ajakan berbagi dari dblogger itu kan?  Kalau ada rejeki, tolonglah saja siapa yang memintanya, tanpa banyak tanya.

p.s.
makasih buat julie yang juga mau berbagi hadiah dengan saya,
makasih banyak…


3/6 pulau

31 May 2009

Ada beberapa pulau besar di negeri ini.
Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, Lombok dan Papua
dan baru tiga pulau yang pernah saya jajaki.

Jikalau ada kesempatan. Tentu semua pulau di negeri ini ingin saya jelajahi.
Walau hanya untuk beberapa saat.

Karena perbedaan budaya, pendangan dan cara hidup yang berbeda teramat menarik dan sayang kalau dilewatakan begitu saja.

Dan tentunya beda, melihat dan mengalamai langsung, dengan cuma sekedar nonton di televisi.

Hm, entah kapan itu terwujud. Tapi saya merasa itu mungkin dan akan saya jalani, walau entah kapannya belum pasti. :)


r.a.n.s.e.l

22 May 2009

rasakan denyut nadi bumi ini
ayunkan langkah, tegas dan tegap
namun senantiasa ingat bahwa perjalanan pasti berujung
sulit kdang untuk berbuat sesederhana itu
entahlah karena ragu, mungkin ?
lapangkan nafas, lalu kembali melangkah …


jatuhnya pesawat hercules

20 May 2009

pagi-pagi ini,
lagi-lagi musibah yang terjadi,
belum tahu persisnya,
tapi yang jelas pesawat hercules jatuh (lagi)
kali ini di magertan
dan membawa penumpang seratus lebih, dan 13 awak

katanya detik dalam perjalanan menuju makassar dari lanud halim

sarana transportasi di negeri ini makin memprihatinkan,
bahkan bukan cuma pesawat militer,
pesawat komersil pun kerap mengalaminya..

memang tiada yang berhak memutuskan suatu musibah selain Sang Khalik
tapi toh, adalah kewajiban kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perjalanan

semoga musibah ini makin membuka mata dan hati semua orang,
agar selalu waspada dan selalu siap dengan apapun saat di jalan

turut berduka cita ..