06.15 WIB
pagi-pagi ini saya masih tergeletak di salah satu sudut kota terbesar kedua di negeri ini. Jalanan sudah ramai dengan suara mobil dan motor yang terdengar dari sini.
Ditemani oleh segelas air putih, tumpukan sisa perjalanan kemarin dan udara pagi yang hangat.
Kemarin siang, saat saya melangkahkan kaki di trotoar. Mata saya tertumbuk pada tadahan tangan seseorang. Hal yang jamak kita temui di tengah-tengah kota besar.
Kalau kau keberulan bertemu dengan orang macam mereka. Apa yang biasa kau lakukan ?
Pura-pura tidak melihat ?
Pura-pura sibuk sendiri
Melengos dan meneruskan perjalananmu ?
Atau merogoh kantongmu, sekedar melihat apa ada sekedar uang receh untuk dibagi dengan mereka ?
Hey, kau pernah nggak mengamati, kalau mulut sering selalu komat kamit memanjatkan do’a kepada seseorang yang mau berbagi dengan mereka.
Kalau bertemu orang yang menadahkan tangan padamu, meminta pertolonganmu, dimana saja. Apapun bentuk permintaannya. Sepanjang kau mampu memberikan dan berbagi, bantulah sekuat hatimu.
Toh kita tak akan pernah tahu dan menduga,do’a dari mana saja yang dikabulkan oleh-Nya, bukan ?
Apalagi, do’a dari orang-orang yang tertindas itu makbul.
Berbagi dan membuat orang tersenyum, suatu hari nanti akan balik membuat kita terbantu dan tersenyum.
Oh, ya. sudah mengecek ajakan berbagi dari dblogger itu kan? Kalau ada rejeki, tolonglah saja siapa yang memintanya, tanpa banyak tanya.
p.s.
makasih buat julie yang juga mau berbagi hadiah dengan saya,
makasih banyak…